Mitos Jangan Minum Sembarangan pada Bulan Safar

Posted on

Mitos Jangan Minum Sembarangan pada Bulan Safar | Bulan safar merupakan bulan kedua dalam sistem pertanggalan hijriyah setelah bulan muharam. Kata safar berasal dari kata shafar. Arti shafar itu sendiri adalah Kosong, ada juga yang mengartikan Kuning.  nama Safar diambil nama suatu jenis penyakit sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Arab jahiliyah pada masa dulu, yakni penyakit Safar yang bersarang di dalam perut, akibat dari adanya sejenis ulat besar yang sangat berbahaya. Kita kenal penyakit itu sekarang dengan nama penyakit Kusta. Ada pula yang menyatakan, Safar adalah sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkenanya menjadi sakit.

Ada sebuah mitos yang hanya berlaku ketika kita memasuki bulan safar. Mitos ini dulu saya dengar ketika masih bekerja disebuah perusahaan kontraktor tambang yang terletak diantara perbatasan Kalimantan selatan dan kalimantan tengah tepatnya di kota Tanjung. Ketika mulai memasuki bulan safar seorang pegawai lokal disana memberitahukan bahwa jangan meminum air sembarangan terutama pemberian orang yang tidak dikenal.

Mitos Jangan Minum Sembarangan pada Bulan Safar
Mitos Jangan Minum Sembarangan pada Bulan Safar

Di daerah tempat saya bekerja dulu masih kental cerita tentang dukun dan ilmu hitam lainnya. Bulan safar merupakan bulan dimana ilmu tersebut dibuang. Entah tujuannya untuk apa mereka membuang ilmu tersebut. Apakah kata dibuang itu hanya lah istilah atau apa. Mereka memasukan “sesuatu” (biasanya khodam sebuah ilmu hitam) yang tak kasat mata kedalam air kemudian memberikannya kepada orang lain. Ada yang bilang hal itu dilakukan untuk mencari tumbal dari ilmu ilmunya.

Konon katanya orang yang meminum air yang telah di isi sesuatu tersebut akan terkena suatu penyakit ganas atau bahkan sampai muntah darah langsung ditempat. Menurut orang orang disana rata rata orang yang yang setelah minum air tersebut tidak lama akan meninggal secara tidak wajar. Saya sendiri tidak melihat dan mendengar secara langsung ada orang yang terkena mitos ini selama bulan safar disana. Pada bulan itu saya menuruti apa kata pegawai tersebut untuk tidak minum dari pemberian orang lain yang tidak dikenal atau di warung warung makan disekitaran hutan disana.

Ada sebuah cara aman untuk menghindari menjadi tumbal dari air yang diberikan tersebut. Ternyata “sesuatu” yang dimasukan ke air minum sebenarnya tidak mau diminum oleh manusia. “dia” akan terus menghindar sampai bagian terakhir dari air yang ada didalam wadah misalkan gelas. Ketika kita meminum bagian atas air “dia” akan bergerak kebawah terus sampai air habis. Jika suatu saat kita ditawari air oleh orang lain jangan meminum air tersebut sampai habis sisakan setengah minimal seperempatnya agar “dia” tidak ikut terminum dan masuk ke tubuh kita.

Ada sebuah cerita ketika air yang telah diisi kemudian diberikan kepada orang yang sama sama memiliki ilmu hitam. Tidak lama ketika orang tersebut mengangkat gelasnya untuk di minum, Gelas tersebut pecah dan airnya tumpah kebawah. Sungguh cerita yang mengerikan di tanah borneo.

Yang namanya mitos bisa benar ataupun tidak tetapi apa salahnya kita berhati hati. Seseorang bisa saja tidak percaya terhadap mitos tetapi jangan pernah aneh ketika suatu mitos menjadi kenyataan karena orang yang percaya mitos tersebut masih banyak. Dan mereka semua mengeluarkan energi dari pikiran yang akhirnya menjadikan mitos tersebut kenyataan dalam lingkungan mereka.

Mitos Jangan Minum Sembarangan pada Bulan Safar

Kasih masukanmu di sini