Risna adalah salah satu “Korban” Budaya atau tradisi

Posted on

Beberapa hari yang lalu ada sebuah berita yang sedikit aneh. Berita tentang seorang perempuan yang memeluk mantan kekasihnya dipelaminan ketika kekasihnya ini melangsungkan pernikahan dengan wanita lain. Gadis ini begitu memperlihatkan perasaan sedih yang dia rasakan kala dia melihat pujaan hatinya menikah dengan orang lain. Mau tidak mau Risna harus menerima kenyataan yang pahit ini. Sambil memeluk Kekasihnya ini dia pun menangis, Mempelai wanitanya pun ikut sedih melihat tangisan dari Risna. Mungkin dia tahu setelah di ceritakan oleh mantan Risna yang kini jadi suaminya.

Risna gagal menikah karena uang panaik

 

sumber gambar

Mahasiswi Stikes Panrita Bulukumba  ini menceritakan alasan mereka bisa berpisah. Penyebab utamanya adalah tidak adanya kesepakatan mengenai uang panaik. Uang panaik adalah prasayarat sebuah pernikahan berupa sejumlah uang yang diberikan pihak lelaki kepada pihak perempuan untuk biaya mengadakan pesta pernikahan. Ini merupakan salah satu tradisi dari masyarakat Bugis – Makassar. Perlu diketahui bahwa uang panaik ini diluar mas kawin. Besarnya Uang panaik bergantung kepada status sosial dari si calon mempelai wanita. Semakin tinggi statusnya maka semakin tinggi juga uang panaik yang harus diberikan. Ada yang bilang juga semakin tinggi pendidikan wanita maka semakin tinggi pula uang panaik yang harus dikeluarkan oleh calon mempelai laki lakinya. Sang pris sudah 2 kali datang kepada keluarga Risna tetapi tidak kunjung ada kesepakatan diantara keluarga.

Risna adalah salah satu “Korban” Budaya atau tradisi. Padahal dalam aturan agama menikah itu sangat dimudahkan. Selama kedua calon mempelai baik dan mempunyai uang mahar yang tidak terlalu besar jumlahnya maka pernikahan bisa dilakukan. Bahkan kita bisa memberi mahar beberapa kilo besi asalkan sang mempelai wanita dan keluarganya ridho dengan mahar tersebut.

Kami yakin bukan hanya Risna saja yang menjadi “Korban” Budaya atau sebuah tradisi di Indonesia. Masih banyak diluar sana yang memiliki penderitaan yang sama. Bukan hanya masalah harta dan kedudukan  tetapi masalah suku juga kadang kadang menjadi penghalang dua insan untuk bisa bersatu. Contohnya saja di Jawa terdapat tradisi bahwa wanita jawa tidak boleh menikah dengan Pria Sunda. Katanya jika hal tersebut dilanggar maka akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada keluarganya atau hal hal lain yang tidak menguntungkan.

Padahal semua kehidupan kita sudah ada yang mengatur. Dia lah sang maha khalik yang mengciptakan kita, menciptakan jodoh kita, menciptakan apa yang akan kita lalui dalama membina rumah tangga. Kenapa harus bingung dengan adat dan tradisi yang hanya buatan manusia, padahal sang pencipta saja membuat aturan yang lebih mudah. Semuanya hanya butuh keyakinan bahwa semua akan baik baik saja, Selama Allah SWT meridho apa yang kita lakukan maka Insha Allah semua akan dilancarkan.

Dalam artikel ini kami tidak bermaksud untuk merendahkan suatu tradisi atau adat istiadat, Tetapi kami hanya ingin jangan sampai ada Risna Risna lain yang begitu menderita dengan aturan dari tradisi dan adat. Selama aturan cocok dnegan nasib kita memang tidak begitu masalah tetapi ketika dihadapkan dengan kasusnya Risna ini seakan akan adat menjadi suatu hal yang menjauhkan seseorang dari kebahagiaan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca. Maaf jika dalam artikel ini ada salah salah kata. Jika berkenan silahkan share artikel ini kepada teman teman Anda 🙂

Risna adalah salah satu “Korban” Budaya atau tradisi

Kasih masukanmu di sini