Yang Kita punya hanya “usaha”

Posted on
Jamkho produk alami

Yang Kita punya hanya “usaha” | Di umur yang sudah memasuki masa masanya untuk segera menikah pasti banyak sekali pikiran yang melintas. Salah satu yang saya pikirkan adalah bagaimana menghadapi calon mertua ketika ingin mengatakan untuk menjalin hubungan serius dengan anaknya. Di dalam pikiran terbayang pertanyaan yang klasik nan membingungkan ” sudah punya apa, berani melamar anak saya ? “. Entah saya terbawa sinetron atau apalah, bisa terpikir tentang pertanyaan sakti yang bisa menciutkan nyali para lelaki itu.

Saya pun berpikir sejenak untuk membuat jawaban dari pertanyaan itu, Sebenarnya apa yang saya punya. Pekerjaan, rumah atau kendaraan ? sepertinya semua hanya titipan yang sekali kali bisa diambil begitu saja. Bukan hanya itu, Badan kita juga hanya dipinjamkan saja oleh Allah SWT. Nyawa yang ada di dalamnya juga bukan milik kita. Sangat membingungkan memang, yang kita punya hanya usaha. itu juga hasilnya masih ditentukan oleh sang pencipta bukan atas kehendak kita.

Apakah saya harus menjawab dengan kata “usaha” ya ? haha. terlepas dari itu memang benar yang hanya bisa menjadi milik kita adalah “usaha”. Itu pun hasil dan semangat yang dimiliki oleh kita masih terpengaruh ketentuan Allah SWT. Tetapi yang namanya usaha tidak pernah bohong. Pasti selalu menimbulkan hasil, Mungkin memang tidak selamanya hasilnya bagus tetapi pasti ada sebuah pelajaran atau nilai yang bisa kita ambil.

Allah bisa memberikan kita apa saja dengan sekejap mata dan tanpa alasan. Tetapi yang menjadi menarik untuk kita sebagai ciptaannya adalah bagaimana kita berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.  Sebenarnya ini adalah hal yang sangat menarik jika kita cermati dengan seksama. Bayangkan semua orang punya kesempatan untuk mendapatkan hal yang berharga didunia ini seperti mobil, rumah mewah dan lain sebagainya. Itu tergantung dengan satu kata saja yaitu “usaha”.

Orang yang paling beruntung menurut saya adalah orang yang bisa menikmati usahanya bukan hanya menikmati hasil. Beda jika kita hanya menikmati hasil tanpa adanya keringat yang bercucuran karena usaha. Selain itu, orang yang berusaha dengan baik akan lebih menghargai hasil yang didapatnya. Petani yang menanam padi sampai bisa dipanen akan lebih menghargai nasi yang sudah jadi tanpa menyisakannya ketika makan. Berbeda dengan orang yang beli diwarung, kadang tidak bisa menghargai nasi yang begitu lama dan sulit ditanam. Apalagi Uang yang dia punya dari hasil instan atau pemberian orang tua -_-

Bagi Anda yang saat ini tergila gila dengan hasil, coba lah untuk menikmati usaha yang harus dilakukan. Kalau orang bijak di TV bilang, “nikmati lah prosesnya” hehehe. Selagi masih bisa, nikmati lah proses karena hasil akhir didunia ini adalah sebuah kematian. Tetapi meskipun begitu ingat masih ada akhirat yang menunggu disana.

tetap berusaha dan nikmati proses

Yang Kita punya hanya usaha

BACA JUGA :

Kasih masukanmu di sini