Teori Pendidikan Keluarga

Posted on
Jamkho produk alami

Pengertian Teori Pendidikan Keluarga

Dari segi etimologis, pendidikan berasal dari bahasa Yunani “Paedagogike”. Ini adalah kata majemuk yang terdiri dari kata “Pais” yang berarti “Anak” dan kata “Ago” yang berarti “Aku membimbing”. Jadi Paedagogike berarti aku membimbing anak (Hadi, 2008 : 17). Sedangkan Hasabullah (2009 : 1), menyatakan bahwa pendidikan berarti
bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terncana untuk mendewasakan peserta didik.

Keluarga menurut Siti Partini (dalam Novianto : 2011) adalah sekelompok manusia yang terdiri atas suami, istri, anak-anak (bila ada) yang terikat atau didahului dengan perkawinan. Sedangkan Khairudin H.SS (dalam Novianto : 2011), menyatakan bahwa keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi, pertalian antara suami istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah dan kadang kala adopsi.

pendidikan anak

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan suatu ikatan yang didasari perkawinan. Keluarga bisa saja dengan mempunyai anak sendiri ataupun adopsi, bisa juga tanpa anak. Pendidikan yang terjadi di rumah tangga/ di lingkungan keluarga (termasuk pendidikan informal). Pendidikan informal adalah proses pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, pada umumnya tidak teratur dan tidak sistematis, sejak orang lahir sampai mati, seperti di dalam keluarga, tetangga, pekerjaan, hiburan, pasar, atau di dalam pergaulan sehari-hari. Pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama bagi setiap manusia.

Tujuan pendidikan keluarga

Tujuan pendidikan ialah anak dan anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya untuk menjadi seseorang yang mandiri dalam masyarakat dan dapat menjadi insan produktif bagi dirinya sendiri dan lingkungannya itu. Kemudian setiap anggota keluarga berkembang menjadi orang dewasa yang mengerti tindak budaya bangsanya dan menjadi seorang yang bertaqwa sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya (Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI, 2011).

Pendidik merupakan salah satu faktor pendidikan yang sangat penting, karena pendidik itulah yang bertanggung jawab dalam membimbing dan membentuk pribadi anak didiknya. Dalam keluarga orang tua berperan sebagai pendidik, sehingga sikap dan tindakannya sehari-hari memberi stimulus terhadap tingkah laku anak. Kesalahankesalahan orang tua dalam mendidik anak dapat mengakibatkan anak dalam perkembangannya tidak mampu mandiri dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Anak mendapat rangsangan maupun hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan, mulai mengenal masyarakat sekitarnya, mempelajari norma dan aturan-aturan permainan hidup dalam masyarakat dari orang tua. Anak tidak saja mengenal tetapi dilatih menghargai dan mengikuti norma-norma dan aturan hidup bermasyarakat lewat kehidupan keluarga.

Fungsi Pendidikan Keluarga

Menurut Ihsan (2005 : 18-19), beberapa fungsi lembaga pendidikan keluarga yaitu:

1. Merupakan pengalaman pertama bagi masa kanak-kanak, pengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya, khususnya dalam pengetahuan pribadinya.

2. Pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh dan berkembang. Kehidupan emosional ini sangat penting dalam pembentukan pribadi anak.

3. Di dalam keluarga akan terbentuk pendidikan moral. Keteladanana orang tua di dalam bertutur kata dan berprilaku sehari-hari akan menjadi wahana pendidikan moral bagi anak di dalam keluarga tersebut, guna membentuk manusia susila.

4. Di dalam keluarga akan tumbuh sikap tolong menolong/ tenggang rasa sehingga tumbuhlah keluarga yang damai dan sejahtera.

5. Keluarga merupakan lembaga yang memang berperan dalam meletakan dasar-dasar pendidikan agama.

6. Di dalam konteks membangun anak sebagai makhluk individu diarahkan agar anak dapat mengembangkan dan menolong dirinya sendiri. Dalam kontek ini keluarga cenderung untuk menciptakan kondisi yang dapat menumbuhkan perkembangan inisiatif, kreativitas, kehendak, emosi, tanggungjawab, ketrampilan dan kegiatan lain
sesuai dengan yang ada dalam keluarga.

Peran Anggota Keluarga Terhadap Pendidikan Anak

Merupakan suatu kesatuan hidup (sistem sosial), namun setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing. Pemaparan secara detail mengenai peran anggota keluarga adalah sebagai berikut:

Peran Ibu Terhadap Pendidikan Anak

Peran ibu dalam pendidikan anak-anaknya adalah sebagai berikut:

a. Sumber dan pemberi rasa kasih sayang,

b. Pengasuh dan pemelihara,

c. Pengatur kehidupan dalam rumah tangga,

d. Pendidik dalam segi-segi emosional (Purwanto, 2011 : 82).

Menurut Kartono (1992 : 8), peran ibu adalah sebagai berikut:

a. Sebagai istri dan teman hidup (companion)

b. Sebagai partner seksual.

c. Sebagai pengatur rumah tangga (home-maker)

d. Sebagai ibu dari anak-anak dan pendidik.

Dari kedua pendapat tersebut tidak ada perbedaan tetapi saling melengkapi. Ibu sebagai istri dan teman hidup harus bisa mendampingi suami dalam keadaan apapun seperti mengatur kehidupan rumah tangga. Sebagai ibu dari anak-anak dan pendidik, maka ia harus mengasuh dan memelihara serta memberi rasa kasih sayang kepada anak-anaknya. Ibu merupakan pendidik dari segi emosional.

Peran Ayah Terhadap Pendidikan Anak

Ditinjau dari fungsi dan tugasnya sebagai ayah, maka dapat dikemukakan bahwa peran ayah dalam mendidik anak yang lebih dominan adalah:

a. Sebagai sumber kekuasaan di dalam keluarga.

b. Pelindung terhadap ancaman dari luar.

c. Pendidik dari segi rasional (Purwanto, 2011 : 83).

Sikun pribadi (dalam Salim : 2009), menjelaskan bahwa peran ayah terdiri dari:

a. Pemimpin keluarga.

b. Pencari nafkah.

c. Pendidik anak-anak.

d. Membantu mengurus rumah tangga.

Kedua pendapat tersebut tidak berbeda justru saling melengkapi. Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga disebut juga kepala keluarga atau kepala rumah tangga. Oleh karena itu, ayah memegang kekuasaan di dalam keluarga dan melindungi keluarga  terhadap ancaman dari luar. Ayah sebagai pendidik terutama menyangkut pendidikan yang
bersifat rasional. Tugas ayah sebagai pencari nafkah sangat penting dalam keluarga, sebab segala segi kehidupan dalam keluarga perlu biaya untuk sandang, pangan, papan, pendidikan, dan pengobatan, sehingga ia juga turut berperan dalam mengurus rumah tangga.

Peran Nenek dan Kakek Terhadap Pendidikan Anak

Selain oleh ibu dan ayah, banyak pula anak-anak yang menerima pendidikan dari nenek atau kakek atau keduanya. Umumnya nenek atau kakek mencurahkan kasih sayang yang berlebih-lebihan kepada cucu-cucunya. Mereka tidak mengharapkan sesuatu dari cucunya, mereka semata-mata hanya memberi, oleh sebab itu kebanyakan nenek atau
kakek akan memanjakan cucu-cucunya dengan berlebihan (Purwanto, 2011 : 83).

pendidikan keluarga

Berpijak pada pengalaman tersebut, maka demi kepentingan anak, ada baiknya orangtua anak tidak hidup serumah dengan nenek dan kakeknya. Untuk memberikan kasih sayang dan menyenangkan cucu-cucunya cukup dengan kunjungan nenek dan kakek dalam waktu tertentu.

Peran Pembantu Rumah Tangga Dalam Pendidikan Anak

Keluarga yang berkecukupan ekonominya sering kali memiliki seorang atau lebih pembantu rumah tangga. Tugas pekerjaan pembantu rumah tangga, disamping membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, menyetrika pakaian, bersih-bersih dan sebagainya, sering pula diserahi mengasuh dan memelihara anak. Bahkan ada pula pembantu rumah tangga yang khusus diserahi tugas untuk mengasuh dan memelihara anak-anak yang masih kecil (babysitter), karena kedua orangtua anak-anak sibuk bekerja di luar rumah. Dalam hal demikian, pembantu rumah tangga dapat dikatakan termasuk anggota keluarga yang juga turut berperan dalam pendidikan anak-anak di dalam keluarga (Purwanto, 2011 : 84).

Pada umumnya pembantu rumah tangga (yang bukan babysitter) tidak memiliki pengetahuan ataupun pengalaman yang cukup dalam hal mendidik atau mengasuh anak anak, apalagi pembantu rumah tangga yang masih muda atau belum berumah tangga. Oleh karena itu, bagi orangtua betapapun sibuk dan terbatasnya waktu yang ada, tidak baik jika menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya kepada pembantu rumah tangga.

Peranan pembantu rumah tangga sebaiknya sebatas “pembantu” dalam mengasuh dan mendidik anak-anak di dalam keluarga. Sedangkan yang tetap berperan dalam menentukan pendidikan anak-anak adalah orang tua yaitu ayah dan ibu.

Download Ebook dibawah ini Teori Pendidikan Keluarga

[sociallocker id=2381]Klik disini [/sociallocker]

BACA JUGA :

Kasih masukanmu di sini