Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Mashlow

Posted on

Penjelasan Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Mashlow

Teori hierarki kebutuhan Maslow merupakan teori yang diungkapkan oleh Abraham Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah wajib terpenuhi atau paling tak lumayan terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi sebagai faktor yang memotivasi.

Konsep hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi kepada perilaku monyet. Berdasarkan pengamatannya, didapatkan kesimpulan bahwa beberapa kebutuhan lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. Contohnya apabila individu merasa haus, jadi individu bakal cenderung untuk mencoba memuaskan dahaga. Individu bisa nasib tanpa makanan selagi berminggu-minggu. Namun tanpa air, individu hanya bisa nasib selagi kemarin hari saja sebab kebutuhan bakal air lebih kuat daripada kebutuhan terhadap makan.

Kebutuhan-kebutuhan ini tak jarang disebut Maslow menjadi kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan menjadi suatu hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan. Tersedia lima tingkat kebutuhan dasar, yaitu : kebutuhan fisiologis, kebutuhan bakal rasa aman, kebutuhan bakal rasa mempunyai serta kasih sayang, kebutuhan bakal apresiasi serta kebutuhan bakal aktualisasi diri. Maslow memberi hipotesis bahwa seusai individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu bakal memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya.

Teori Kebutuhan dari Abraham Mashlow

Apabila pada tingkat paling atas namun kebutuhan dasar tak terpuaskan, jadi individu bisa kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya. Menurut Maslow, pemuasan beberapa kebutuhan tersebut didorong oleh dua kekuatan yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) serta motivasi perkembangan (growth motivation). Motivasi kekurangan berfungsi untuk menanggulangi persoalan ketegangan manusia sebab beberapa kekurangan yang ada. Sedangkan motivasi pertumbuhan didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk tumbuh serta berkembang. Kapasitas tersebut adalah pembawaan dari setiap manusia.

Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Mashlow


Berikut ini adalah beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi menurut Maslow

Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Mashlow

Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan paling dasar pada setiap orang merupakan kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk  mempertahankan hidupnya dengan cara fisik. Kebutuhan-kebutuhan itu semacam kebutuhan bakal makanan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur serta oksigen. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis merupakan potensi paling dasar serta besar bagi semua pemenuhan kebutuhan di atasnya. Manusia yang lapar bakal rutin termotivasi untuk makan, bukan untuk mencari kawan atau dihargai. Manusia bakal melalaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain hingga kebutuhan fisiologisnya itu terpuaskan. Di masyarakat yang telah mapan, kebutuhan untuk memuaskan rasa lapar merupakan suatu gaya hidup. Mereka biasanya telah mempunyai lumayan makanan, namun ketika mereka mengatakan lapar jadi yang sebetulnya mereka pikirkan merupakan citarasa makanan yang hendak dipilih, bukan rasa lapar yang dirasakannya. Seseorang yang sungguh-sungguh lapar tak bakal terlalu peduli dengan rasa, bau, temperatur ataupun tekstur makanan.

Kebutuhan fisiologis tak sama dari kebutuhan-kebutuhan lain dalam dua hal. Pertama, kebutuhan fisiologis merupakan satu-satunya kebutuhan yang bisa terpuaskan sepenuhnya atau minimal bisa diatasi. Manusia bisa merasakan lumayan dalam aktivitas makan jadi pada titik ini, daya penggerak untuk makan bakal hilang. Bagi seseorang yang baru saja menyelesaikan suatu santapan besar, serta kemudian membayangkan suatu makanan lagi telah lumayan untuk membuatnya mual. Kedua, yang khas dalam kebutuhan fisiologis merupakan hakikat pengulangannya. Seusai manusia makan, mereka akhirnya bakal menjadi lapar lagi serta bakal semakin menerus mencari makanan serta air lagi. Sementara kebutuhan di tingkatan yang lebih tinggi tak semakin menerus muncul. Menjadi contoh, seseorang yang minimal terpenuhi sebagian kebutuhan mereka untuk dicintai serta dihargai bakal masih merasa yakin bahwa mereka bisa mempertahankan pemenuhan kepada kebutuhan tersebut tanpa wajib mencari-carinya lagi.

Kebutuhan Bakal Rasa Aman

Setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang disebut Maslow menjadi kebutuhan-kebutuhan bakal rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan bakal rasa aman ini diantaranya merupakan rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan keleluasaan dari daya-daya mengancam semacam perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam. Kebutuhan bakal rasa aman tak sama dari kebutuhan fisiologis sebab kebutuhan ini tak bisa terpenuhi dengan cara total. Manusia tak sempat bisa dilindungi sepenuhnya dari ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku berbahaya orang lain.

Menurut Maslow, orang-orang yang tak aman bakal bertingkah laku sama semacam anak-anak yang tak aman. Mereka bakal bertingkah laku seolah-olah rutin dalam keadaan terancam besar. Seseorang yang tak aman mempunyai kebutuhan bakal keteraturan dan stabilitas dengan cara berelebihan dan bakal berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tak diharapkannya.

Kebutuhan Bakal Rasa Mempunyai Dan Kasih Sayang

Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan bakal rasa aman telah terpenuhi, jadi muncullah kebutuhan bakal cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan mempunyai pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi semacam kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. Seseorang yang kebutuhan cintanya telah relatif terpenuhi sejak kanak-kanak tak bakal merasa panik saat menolak cinta. Ia bakal mempunyai keyakinan besar bahwa dia bakal diterima orang-orang yang terbukti penting bagi dirinya. Ketika ada orang lain menolak dirinya, ia tak bakal merasa hancur.

Bagi Maslow, cinta menyangkut sebuahhubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, tergolong sikap saling percaya. Tak jarang kali cinta sebagai rusak apabila satu diantara pihak merasa takut apabila kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahannya. Maslow juga berbicara bahwa kebutuhan bakal cinta meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima. Kami wajib memahami cinta, wajib sanggup mengajarkannya, menciptakannya dan meramalkannya. Apabila tidak, dunia bakal amblas ke dalam gelombang permusuhan dan kebencian.

Kebutuhan Bakal Penghargaan

Setelah kebutuhan dicintai serta dimiliki tercukupi, manusia bakal leluasa untuk mengejar kebutuhan bakal penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang mempunyai dua kategori tentang kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah serta lebih tinggi. Kebutuhan yang rendah merupakan kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan bakal status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Kebutuhan yang tinggi merupakan kebutuhan bakal harga diri tergolong perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian serta kebebasan. Sekali manusia bisa memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka telah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan paling atas yang ditemukan Maslow.

Kebutuhan Bakal Aktualisasi Diri

Tingkatan terbaru dari kebutuhan dasar Maslow merupakan aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang tak melibatkan keseimbangan, namun melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow melukiskan kebutuhan ini menjadi hasrat untuk terus menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung timbul seusai kebutuhan untuk dihargai terpenuhi. Bakal namun selagi tahun 1960-an, ia menyadari bahwa tak sedikit anak muda di Brandeis mempunyai pemenuhan yang lumayan kepada kebutuhan-kebutuhan lebih rendah semacam reputasi serta harga diri, namun mereka belum juga bisa mencapai aktualisasi diri.

Kasih masukanmu di sini